14 April 2026 Penulis : MUHAMMAD IMAM BASHORI
LUMAJANG – Pemerintah Kecamatan Senduro berkomitmen memperkuat sektor hortikultura di lahan kering. Camat Senduro, Sarjito Wibowo, S.STP, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Program HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas Project) yang berfokus pada pengembangan komoditas unggulan pisang mas kirana, manggis, dan kentang, di Kabupaten Lumajang, Selasa (14/04/2026).
Rakor yang berlangsung di area pendampingan intensif ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, serta perwakilan kelompok tani dari tiga kecamatan sentra hortikultura, yaitu Senduro, Pasrujambe, dan Gucialit.
Dalam sambutannya, Camat Senduro menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian yang konsisten menjadikan Lumajang sebagai proyek percontohan HDDAP. "Program ini sangat krusial bagi petani di wilayah kami, khususnya di lahan kering. Dengan pendampingan dari hulu (budidaya) hingga hilir (pemasaran), kami optimis Pisang Mas Kirana dan manggis dari Senduro dapat menembus pasar ekspor yang lebih luas," ujar Sarjito.
Rakor tersebut membahas langkah strategis untuk tahun 2026, di antaranya:
"Kementan menekankan bahwa HDDAP tidak hanya bantuan fisik, tapi pendampingan teknis berkelanjutan. Ini sejalan dengan upaya kita menjadikan Lumajang sebagai lumbung pangan hortikultura di Jawa Timur," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak Kecamatan Senduro bersama BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) akan segera turun ke desa-desa untuk melakukan pendampingan Sekolah Lapang bagi petani pisang dan manggis. (Kec. Senduro-lmj/Bash)