13 November 2025 Penulis : MUHAMMAD IMAM BASHORI
Senduro, Lumajang – Dalam acara literasi digital dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai bekal utama masyarakat dalam menghadapi era banjir informasi dan disrupsi teknologi. Ketua DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa kemudahan akses terhadap informasi tanpa proses verifikasi menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk bersikap kritis dan bijak. Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Asisten Administrasi Kabupaten Lumajang, Perwakilan Forkopimda, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pariwisata, Ketua IJTKI Tapal Kuda, Pokja IJTKI Kabupaten Lumajang, dan Camat Senduro Sarjito Wibowo, S.STP, bertempat di Bumi Perkemahan (Buper) Glagah Arum Desa Kandangtepus Kamis (13/11/2025).
"Kita harus mendidik masyarakat sejak usia dini agar memiliki daya kritis terhadap informasi. Harus bisa cek dan ricek, melakukan verifikasi. Itulah literasi digital dan literasi kecerdasan artifisial," ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Kominfo, saat ini penyebaran informasi palsu, manipulasi visual, dan berita bohong semakin mudah terjadi tanpa kecakapan literasi. Oleh karena itu, selain regulasi oleh kementerian teknis, edukasi seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci dalam membangun manusia Indonesia yang tangguh dan adaptif.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan teknologi digital dan AI sebagai sarana peningkatan produktivitas masyarakat, bukan sekadar konsumsi informasi.
"Harapannya, semua menjadi pengguna digital yang bijak, cerdas, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk produktivitas. Dan pada akhirnya, kita harus mampu berdaulat dalam pengembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial," tuturnya.
Kepala Dinas Kominfo menyebut edukasi digital harus menyasar seluruh kelompok masyarakat melalui pendekatan _for all, for many, and for few_ artinya edukasi digital harus bersifat inklusif sekaligus mendalam sesuai peran dan kapasitas masing-masing.
Asisten Administrasi Kabupaten Lumajang turut menyampaikan harapan agar media massa, terus menjadi rujukan terpercaya di tengah derasnya arus informasi.
"Kita berharap media massa tetap menjadi rujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin mendapatkan berita yang akurat dan terpercaya,” pungkasnya. (Kec. Senduro-lmj/Bash)