01 Oktober 2025 Penulis : MUHAMMAD IMAM BASHORI
Senduro, Lumajang – Permasalahan stunting yang merupakan salah satu bagian dari double burden mainutrition (DBM) mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi produktivitas ekonomi dan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Stunting memiliki dampak terhadap perkembangan anak, dalam jangka pendek, Stunting terkait dengan perkembangan selotak yang akhirnya akan menyebabkan tingkat kecerdasan menjadi tidak optimal.Dalam Kegiatan Sosialisasi Pencagahan Stunting dihadiri oleh Kepala Puskesmas Senduro, Koordinator PLKB,Babinsa, Babimkamtibmas, Kades Senduro, TP PKK Kecamatan, TP PKK Desa, Kasi PMD, KUA, Kader Gerbangmas dan Bidan Desa
Di Kecamatan Senduro dalam upaya percepatan penurunan stunting merupakan kegiatan pertemuan yang diinisiasi dan dipimpin oleh Camat dalam rangka mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga ditingkat kecamatan agar terwujud 3 STANDART dan terwujudnya 4 PASTI yakni diantaranya:
A. 3 STANDAR
- Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terlatih
- Tersedia alat ukur/aplikasi pengukuran sasaran stunting
- SOP percepatan penurunan Stunting
B. 4 PASTI
- Semua sasaran terdata
- Semua sasaran memperoleh pelayanan
- Semua sasaran memanfaatkan intervensi pelayanan
- Semua pelaksanaan dan pendampingan tercatat dan terlaporkan
Sebagaimana yang telah dicanangkan dalam Visi Misi Bupati terpilih bahwaakan menaikan dana operasioanal posyandu menjadi Rp18.000.000,00 pertahun,dan berdasarkan Permendes PDT Nomor 2 tahun 2024 yang difokuskan untuk penggunaan Dana Desa yakni peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di Desa Senduro.
a. Kelompok sasaran intervensi pencegahan dan penurunan Stunting:
· Remaja Putri
· Calon Pengantin
· Ibu Hamil , Menyusui, nifas dan
· Bayi usia 0 (Nol) - 59 (lima puluh Sembilan bulan)
b. Jenis kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab langsung (Intervensi spesifik) terjadi stunting sesuai kebutuhan kewenangan desa, yakni meliputi:
· Penyuluhan dan konseling gizi bagi kelompok sasaran
· Pemantauan tumbuh kembang balita
· Pemberian makanan tambahan diutamakan pangan local dan diolah sendiri, kaya protein hewani, kaya gizi, kaya vitamin dan mineral, cukup karbohidrat. Pemberian makanan tambahan berupa makanan siap santap dan bergizi dalam bentuk makanan lengkap atau makanan selingan/kudapan.
Dengan demikian dari hasil laporan bulan timbang posyandu terdapat beberapa desa yang nilai stunting sbb;
1. Desa Purworejo : 4
2. Desa Sarikemuning : 20
3. Desa Pandansari : 5
4. Desa Senduro : 18
5. Desa Burno : 10
6. Desa Kandangtepus : 8
7. Desa Kandangan : 9
8. Desa Bedayu : 4
9. Desa Bedayu Talang : 4
10. Desa Wonocepokoayu : 5
11. Desa Argosari : 8
12. Desa Ranupani : 4
Total : 99